Jakarta: Mantan pesepakbola tim nasional era 7O-an, Sarman Panggabean dan Anjas Asmara, meminta Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI tidak dipimpin oleh orang yang terkena kasus kriminal. Hal itu disampaikan Anjas Asmara saat berorasi di tengah-tengah demonstran di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (25/2).
“Kita minta dalam kongres nanti agar tidak memilih orang yang baru kena kriminal untuk mimpin organisasi sepakbola Indonesia (PSSI),” ujarnya. Anjas Asmara pun berjanji akan datang ke Kongres PSSI di Bali, untuk melakukan boikot pada 24-26 Maret mendatang.
Selain meminta pembubaran pengurus PSSI, Anjas Asmara mendesak pemerintah memberhentikan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD ke tubuh organisasi tersebut. “Karena dana APBD sebesar Rp 720 miliar per tahun, jika dikali tujuh tahun sudah berapa. Dan dana itu hilang lenyap entah ke mana, bahkan pengurus PSSI sudah berbuat curang,” tegasnya.
Diakui Asmara, orasinya itu sebagai ungkapan kekecewaan terhadap pengurus PSSI. Pasalnya, pengurus PSSI hanya mementingkan dirinya sendiri. “Ada suatu yang salah dengan sepakbola indonesia karena pengurusnya (PSSI) selain tendang bola tidak mampu, mereka tidak punya roh memimpin PSSI,” tandasnya.
Hingga berita ini disusun, aksi menolak Nurdin Halid terus berlangsung. Mereka pun secara bergantian menyuarakan agar revolusi PSSI sampai ke akar-akarnya.(ANS)
